Objek Wisata Seni di Mesir, Tak Lekang oleh Waktu!

Mesir terkenal dengan berbagai macam peradaban kuno dan juga terkenal dengan beberapa monumen paling terkenalnya yang ada di dunia, seperti halnya Piramida Giza, Great Sphinx dan kuil kuno Luxor yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Meskipun objek wisata di sepanjang Sungai Nil tersebut merupakan favorit bagi para wisatawan, namun snorkeling dan juga menyelam di sepanjang pantai dari Laut Merah juga menjadi sebuah wisata yang tidak kalah menyenangkan untuk di coba. Selain itu, Anda juga nantinya bisa mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya yang ada Mesir, seperti halnya Pegunungan Sinai, wisata ke daerah-daerah terpencil, ataupun kunjungan ke biara-biara Koptik yang ada di Gurun Timur.

Objek Wisata di Mesir Tak Lekang oleh Waktu!

Mesir merupakan salah satu negara yang ada di dunia yang mempunyai peradaban agung di masa lalu. Tidak hanya itu saha, mesir juga menjadi saksi atas pergantian era, dari era Romawi ke era Islam. Kekayaan sejarah menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang akan berkunjung, baik lokal maupun asing. Tak jarang, beberapa travel umroh yang berasal dari Indonesia mencantumkan Mesir sebagai salah satu dari tujuan wisatanya.

Terdapat begitu banyak peninggalan-peninggalan arkeologi yang berasal dari peradaban Mesir Kuno yang dapat dilihat hingga sekarang ini. Bahkan beberapa diantaranya menjadi sebuah hal yang masih menyimpan misteri dan juga sejarah penting yang belum terpecahkan. Berikut ini akan disajikan beberapa ulasan tempat wisata di Mesir yang berasal dari peninggalan dan peradaban Mesir Kuno yang masih menyisakan misteri.

Giza Necropolis

Piramida Giza, yang terletak di sekitar pinggiran barat daya dari Kairo adalah salah satu yang menjadi daya tarik utama dari Mesir yang tidak terbantahkan. Piramida Giza sendiri dibangun selama rentang waktu tiga generasi yaitu oleh Khufu, putra keduanya yang saat itu memerintah, Khafre, dan Menkaure. Piramida Besar Khufu ini mencapai ketinggian hingga 139 meter atau setinggi (455 kaki), yang membuatnya menjadi piramida terbesar yang ada di Mesir, meskipun Piramida Khafre di dekatnya tampaknya lebih besar karena piramida tersebut dibangun pada daerah dan dataran yang lebih tinggi.

Karnak

Karnak adalah salah satu situs keagamaan kuno terbesar yang pernah dibangun di sana. Dan merupakan sebuah pencapaian gabungan dari banyak generasi dalam pembangunan mesir. Kuil Karna sebenarnya terdiri dari tiga candi utama, candi tertutup yang lebih kecil dan beberapa candi yang ada di luar yang terletak sekitar 2,5 kilometer utara Luxor. Salah satu dari bangunan paling terkenal yang ada di daerah Karnak adalah Hypostyle Hall, sebuah aula seluas 5.000 m2 (50.000 kaki persegi) dengan 134 kolom besar yang disusun dalam 16 baris.

Lembah Para Raja

Lembah Para Raja ini terdapat di dekat Luxor merupakan sebuah lembah yang dibangun hampir 500 tahun dari abad ke-16 hingga 11 SM. Makam-makam dibangun untuk para raja dan bangsawan istimewa kerjaan Baru. Lembah ini sendiri berisi 63 makam dan juga kamar, mulai dari ukuran lubang yang sederhana hingga makam kompleks dengan lebih dari 120 kamar.

Makam kerajaan tersebut juga dihiasi dengan berbagai macam ukiran-ukiran dari mitologi Mesir yang dapat memberikan petunjuk mengenai kepercayaan dan juga ritual penguburan yang ada di periode tersebut. Semua makam tampaknya telah dibuka dan dirampok di jaman dahulu kecuali makam Tutankhamun yang sangat terkenal.

Museum Mesir

Merupakan sebuah rumah bagi setidaknya 120.000 item barang kuno yang berasal dari Mesir kuno, Museum Mesir adalah salah satu daya tarik utama dari Kairo. Ada dua lantai utama museum ini, lantai dasar dan juga lantai pertama. Di lantai dasar ada banyak sekali koleksi papirus dan koin yang dahulu digunakan oleh orang-orang Mesir kuno.

Di lantai pertama terdapat juga artefak dari dua dinasti terakhir Mesir Kuno dan juga terdapat banyak artefak yang diambil dari Lembah Para Raja, yang meliputi berbagai macam benda-benda dari Makam Tutankhamen dan Kamar Royal Mummy yang berisikan 27 mumi kerajaan zaman firaun.

Sungai Nil

Menjelajah Sungai Nil adalah salah satu cara populer untuk mengunjungi Mesir Hulu. Sungai Nil sendiri telah menjadi jalur kehidupan bagi masyarakat Mesir sejak zaman kuno. Sungai Nill juga merupakan salah satu cara melacak perjalanan dan sejarah Mesir.
Hampir semua kapal pesiar Mesir akan menempuh rute Luxor-Aswan yang aman, indah, dan juga berakhir di dua kota paling penting yang ada di Mesir.

Menyusuri Sungai Nil dengan Felucca adalah salah satu pilihan yang penuh petualangan. Felucca adalah sebuah kapal layar yang telah digunakan di sungai Nil, dan sudah ada sejak jaman dahulu. Felucca memang tidak senyaman kapal pesiar yang mewah, tetapi tidak ada yang bisa mengalahkan pengalaman sensasi berlayar menggunakan.

Dahab

Dahab terletak sekitar 85 km atau (53 mil) utara Sharm el-Sheikh di Teluk Aqaba, tepatnya dekat ujung selatan Sinai. Dahulunya merupakan desa pesisir yang terpencil, Dahab berubah menjadi tempat nongkrong hippie pada tahun 1980-an dan menjadi semacam “resor alternatif”, yang memadukan akomodasi murah dengan gaya hidup yang santai. Kegiatan seperti berselancar angin, snorkeling, scuba diving, dan juga perjalanan dengan unta dan jip, menjadikannya salah satu tujuan wisata paling populer di sepanjang Laut Merah.

Laut Merah

Laut Merah, di lepas pantai Mesir, adalah salah satu laut terindah di dunia untuk menyelam. Perairan Laut merah terkenal dengan visibilitas yang spektakuler dan memiliki beberapa bentang laut yang eksotis. Dengan hamparan luas dan keindahan formasi terumbu karang, Laut Merah adalah rumah bagi ribuan makhluk laut yang berbeda. Resor pantai Laut Merah yang terletak di kedua sisi laut yaitu di sisi timur dan bagian dari semenanjung Sinai, salah satunya Sharm el Sheikh yang sudah lama berdiri. Di pantai barat Laut Merah, terdapat juga Hurghada yang relatif tua dan juga terdapat beberapa resort baru.

Masjid Ibnu Tulun

Dibangun antara tahun 876 dan juga 879 M, Masjid Ibnu Tulun adalah salah satu bagunan masjid tertua yang ada di Kairo. Ditugaskan oleh Ahmad ibn Ţūlūn, gubernur Abbasid Mesir, masjid tersebut dibangun di sekitar halaman dengan satu aula tertutup di masing-masing keempat sisinya. Menara yang juga menampilkan tangga luar heliks mirip dengan menara terkenal di Samarra, mungkin dibangun beberapa abad kemudian. Sebagian dari film James Bond ‘The Spy Who Love Me‘ juga difilmkan di Masjid Ibnu Tulun.

Demikian itulah beberapa tempat wisata seni yang ada di Mesir. Mesir tentunya selalu menyimpan banyak sekali keindahan dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Banyak sekali peninggalan mesir kuno yang selalu menarik untuk dipelajari, beberapa di antaranya masih menyimpan banyak sekali misteri.