Peninggalan Mesir Kuno yang Ternyata Memiliki Seni Memuja Wanita

Bila ada sebagian besar dari negara yang ada di muka bumi ini masih berkutat dengan persoalan emansipasi dan juga gender, maka pada kebudayaan yang ada di Mesir Kuno ini sudah mendahului zamannya. Sebagaimana mestinya, Mesir ini memiliki banyak sekali piramida yang hal ini itu didedikasikan untuk ratu dan juga untuk dewi Mesir yang terkuat.

Kalian bisa bayangkan, ketika pada era yang sudah modern ini ada sebagian di negara yang sudah berbudaya patriakal ini dan sudah menempatkan pria memiliki otoritas yang kuat, sementara itu perempuan akan diasingkan ke tugas rumah tangga saja, peradaban yang ada di Mesir Kuno ini malah sebaliknya. Jadi wanita lah yang memiliki hak kekuasaan itu, bukan laki-lakinya.

Perempuan yang ada di Mesir Kuno memiliki properti yang banyak, dan juga berpartisipasi dalam sistem hukum yang ada, dan dapat bebas menikah dan juga dengan mudah bercerai sesuka hati. Ada beberapa wanita yang bahkan memerintah seluruh kerajaan di Mesir, seperti Ratu Cleopatra VII, ia adalah seorang penguasa mpo terbaru yang terakhir di Ptolemeus Mesir (323–30 SM) sebelum ia dikalahkan dan juga dianeksasi oleh Raja Roma. Demikian hal ini juga, dewa-dewa pria dan juga wanita yang ada di Mesir Kuno ini akan sangat dihormati dalam agama Mesir Kuno, dan pada kedua jenis kelamin ini sudah diyakini akan memainkan peran yang sangat penting dalam mempertahankan kedudukan nya atau  “tatanan kosmik.”

Warisan yang ada dari wanita-wanita yang sangat terkemuka dari era Mesir Kuno ini ada beberapa di antaranya yang sudah dilindungi sebagai situs Warisan Dunia UNESCO yang sangat bersejarah. Sebagaimana mestinya dinukil dari Afar, inilah adalah situs yang bersejarah yang ada di Mesir Kuno yang sudah didedikasikan kepada para wanita yang terhebat pada zamannya itu.

Kuil Isis, Pulau Agilkia, Aswan

Di Mesir kuno ini dewi kesuburan Isis sudah mewakili istri dan juga ibu yang sangat ideal ia akan melindungi orang-orang yang sakit dan juga akan mengajarkan para wanita untuk menenun, dan juga mengajarkan hal yang lain seperti memasak, selain memasak para wanita ini juga akan diajarkan untuk memfermentasikan bir. Selama pada masa pemerintahan Ptolemeus II di 285 hingga 246 SM, kuil Isis ini dibangun di Philae, sebuah pulau yang berada di pulau sungai Nil yang berada di hilir dari Aswan, sebuah kota yang berada di kota yang ada di Mesir Selatan.

Situs itu juga sangat menghormati sang dewi istri dari Osiris yaitu dewa kematian, dan mereka memiliki putra yang berkepala elang, Horus the Young yaitu dewa langit yang kuat. Ada bagian interior dan juga fasad kuil Isis yang dipahat langsung oleh lakon mitos Mesir. Namun lukisan yang ada kuil Isis ini sudah di rusak oleh orang-orang Kristen pada saat era Byzantium (330 hingga 1453 C.E.). Mereka ini banyak sekali ukiran ukiran yang disebut dengan gambar kafir lalu setelahnya diganti menjadi ukiran salib Koptik ke dinding.

Lalu pada tahun 1960-an, setelah pembangunan yang ada di Bendungan Tinggi Aswan hal ini mengancam akan merendam Kuil Isis yang ada di Mesir, UNESCO ini mulai meluncurkan kampanye untuk memindahkan kuil Isis tersebut ke tempat yang lebih tinggi lagi. Antara tahun 1976-an dan 1980-an, sudah hampir 50.000 balok batu pasir yang dipindahkan dengan sangat hati-hati dari situs aslinya dan mulai disusun kembali di Pulau Agilkia, sebuah pulau yang kecil di sebelah utara Philae. Pada tahun 1979-an, Kuil Isis ini mulai ditambahkan ke daftar Warisan Dunia UNESCO sebagai bagian dari koleksi banguan bersejarah yang harus dilindungi.

Kuil Isis ini dapat disebut juga sebagai Monumen Nubian, lokasinya itu sangat dekat dengan Kota Aswan jika menggunakan penerbangan kira kira hanya 1,5 jam dari Kairo. Biaya masuk untuk ke Kuil tersebut sebesar US$11 dan pengunjung hanya bisa dilalui menggunakan perahu untuk sampai ke kuil dan menempuh untuk perjalanan nya sekitar 10 menit saja dari marina yang letaknya itu sekitar 20 menit saja dari pusat kota Aswan. Biaya berperahu yang harus kalian keluarkan untuk ke Kuil Isis ini sekitar US$10 sekali jalan untuk satu orang.

Kuil Hathor, Kuil Dendra, Qena

Kuil Hathor adalah sebuah monumen yang didedikasikan untuk Hathor, untuk dewi langit Mesir Kuno, sudah terdaftar sebagai situs peninggalan Warisan Dunia Astronomi UNESCO. Warisan Dunia Astronomi yang dibuat oleh UNESCO itu merupakan sebuah gelar yang diberikan oleh UNESCO kepada lokasi yang menjadi tempat peninggalan bersejarah, tempat ini yang dikhususkan menjadi tempat masyarakat sekitar mempelajari astronomi pada zaman dulu. Kuil Hathor ini dibangun sebagai bagian dari kompleksnya Kuil Dendera kuil ini ada selama periode Ptolemeus (305–30 SM) dan dan banguanan ini diselesaikan pada masa pemerintahan nya kaisar Romawi Tiberius (14–37 M).

Kalender dan juga rasi bintang astronomi yang menghiasi atap yang ada di aula hypostyle (ruang ini memiliki langit-langit sangat  tinggi dan juga didukung oleh beberapa baris pilar yang ada di bangunan tersebut), dan setiap kolom yang berbeda akan selalu ditutup dengan ukiran-ukiran yang besar kepala Hathor.

Di sebuah kapel yang kecil di atas kuil utama, para arkeolog yang ada sejak awal abad ke-19 ini menemukan Dendera Zodiac yang sangat terkenal hingga sampai saat ini, relief ini berbentuk lingkaran hal inilah yang menampilkan bentuk cincin luar dengan memiliki 36 divisi yang sudah mewakili 360 hari tahun di Mesir dan lingkaran dalamnya juga yang dipenuhi dengan rasi bintang dan juga lambang tanda zodiak, bahkan para sejarawan itu mempercayai bahwa patung yang ada di langit-langit itu menggambarkan peta nya alam semesta.

Pada tahun 1820-an, kolektor untuk barang-barang antik yang ada di Prancis, bernama Sebastien Louis Saulnier menyewa seorang pencuri untuk mencuri barang antik saat alasan ia mencurinya untuk menghilangkan ukiran astronomis itu menggunakan gergaji dan juga bubuk mesiu. Ukiran astronomis itu, saat ini sudah dipajang di Museum Louvre Paris, sementara replika nya itu digunakan untuk menutupi langit-langit di Kuil Hathor di Mesir.

Kompleks Kuil Dendera berjarak sekitar 45 menit dari pusat wisata utama Luxor yang ada di kota Qena. wisatawan yang ingin menikmati pemandangan kuil tersebut, kalian bisa ambillah tour yang sehari dengan menggunakan pemandu wisata yang sudah tersedia disana dan akan ada fasilitas transportasi untuk pulang pergi antara Kuil Dendera dengan Luxor. Wisatawan dapat memilih dari beberapa opsi yang ada di grup dan juga kalian bisa secara pribadi kesana, harga yang ditawarkan sekitar mulai dari US$40 hingga mencapai harga US$140 harga tersebut dihitung per orang hal ini juga tergantung pada durasi tour yang kalian ambil.

Makam Nefertari, Lembah Ratu, Luxor

Makam Nefertari ini sudah ada sekitar tahun 1250 SM, Firaun Ramses II ini menguburkan istrinya yang tercintanya, yang bernama Nefertari, dan makamnya berada di Lembah Ratu, sebuah nekropolis yang terlihat cukup rumit yang berada di tepi barat Sungai Nil inilah yang mencakup lebih dari 90 makam istri dan anak-anak yang memiliki darah kerajaan atau istri raja. Meskipun Nefertari ini bukanlah seorang ratu yang memerintah seperti kedudukan yang dimiliki oleh Ratu Cleopatra atau Hatshepsut, ia juga memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam urusan berpolitik dan juga militer. Nefertari ini memainkan peranan yang sangat penting dalam mempertahankan sebuah perjanjian damai yang sangat penting antara Het dan juga antara kekaisaran Mesir, yang sudah didirikan pada masa pemerintahan Ramses II. Pada perjanjian tersebut akan dianggap sebagai perjanjian yang internasional pertama kali yang masuk ke dalam sejarah peradaban manusia.

Pada saat ini, ruang bawah tanah dari ruangan Nefertari dikenal sebagai “Kapel Sistina Mesir” karena ada sebuah lukisan-lukisannya yang sudah berusia lebih dari 3.000 tahun yang masih sangat terawat, yang juga dihiasi dengan ayat-ayat dari Kitab nya Orang Mati dan juga mewakili untuk perjalanan sang ratu ke akhirat.